Kenyataan dalam dunia fantasi, mungkin itulah yang kuharapkan sekarang. Bagaimana jika sekiranya aku bisa merasakan apa yang orang lain rasakan? Jika aku bisa merasakan suatu amarah dalam diri seseorang? Jika aku bisa merasakan kebahagiaan dalam diri seseorang? Jika aku bisa bisa merasakan kesedihan dalam diri seseorang? Dan jika aku bisa merasakan cinta dalam diri seseorang? Tentunya rasa berbagi yang kan ku berikan padanya. Terlihat terlalu kekanak-kanakan memang. Tapi itulah kehidupan, penuh dengan fantasi dan impian.
Sekat cinta, itulah yang memisahkanku dengan dirinya. Sekat yang adalah dinding kokoh dan tegar. Menjulang dengan gagahnya keatas, seolah-olah ingin ditampakkan kesombongan dirinya padaku. Ingin rasanya kuhancurkan sekat itu hingga tak satupun partikel dirinya yang tersisa, agar aku bisa bertemu dengan perempuanku.
Dunia maya, itulah yang mempertemukan kita wahai perempuanku. Pertemuan yang tak akan pernah dibatasi siapapun, sekalipun oleh sekat cinta. Disini, kita telah terbebas dari segala aturan dunia, dari segala aturan buatan manusia yang penuh dengan celah-celah kesalahan. Tapi perempuanku, ternyata ada sekat cinta di dunia maya, hingga sekali lagi ditampakkalah kesombongannya pada manusia.
Aku tak tahu sejauh apa rasa ini terhadap kau perempuanku. Hanya rasa suka, atau telah mencapai suatu rasa cinta. Wahai perempuanku, sesungguhnya antara suka dan cinta ada jarak terlampau jauh untuk ditempuh. Suka dan cinta adalah suatu yang berbeda tetapi untuk satu tujuan, memiliki.
Maha Besar Allah yang telah menciptakan cinta.
Malang, 3 September 2008
Untuk seseorang sahabat yang tengah kasmaran





12 Komentar Sejauh Ini
Leave a reply